Metode

Experiential Learning Through Adventure ProgramS

Tell me and I forget, show and I remember, involve me and I understand

Metodologi memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu pelatihan. Eltaps adalah singkatan dari Experiential Learning Through Adventure ProgramS. Kami menggunakan salah satu metode paling efektif, yaitu perpaduan experiential learning dan adventure program.

# Experiential learning

Experiential learning is equivalent to personal change and growth” (Carl Rogers, psychologist)

Experiential Learning adalah proses individu membangun pengetahuan, keterampilan dan nilai melalui pengalaman langsung” (Association for Experiential Education / AEE USA)

Experiental Learning terjadi ketika individu terlibat secara fisik maupun psikis dalam sebuah aktifitas yang diikuti dengan proses refleksi untuk mendapatkan makna dari pengalaman yang telah didapatkan sebelumnya. Dalam experiential learning, individu akan memahami suatu materi oleh penghayatan dan pengalamannya sendiri.

# Adventure

Metode Experiential Learning dapat dilakukan melalui aktivitas ceramah, tetapi metode ini akan jauh lebih efektif menggunakan aktivitas Adventure, yaitu suatu aktivitas yang melibatkan aspek fisik, mental, emosional dan spiritual individu secara simultan seperti halnya manusia mendapatkan pengalaman nyata. Berbeda halnya dengan aktivitas ceramah, individu hanya lebih terlibat secara mental (kognitif) saja.Bentukaktivitas adventure itu berupa permainan, outbound dan simulasi yang akan selalu memperhatikan unsur: Fun (Menyenangkan), Challenge (Menantang), dan Safety first (Aman).

Setting tempat aktivitas pun dilakukan secara variatif baik indoor maupun outdoor. Setiap pergantian aktivitas dalam pelatihan dilakukan mengikuti proses adventure wave berikut ini:

Keterangan:

Briefing: Proses instruksi, pengarahan oleh fasilitator, sebelum aktivitas dimulai.

Activity: Peserta melakukan kegiatan sesuai dengan briefing yang diberikan.

Review: Setelah aktivitas, peserta dibantu  oleh fasilitator untuk melihat dan memandang kegiatan secara kritis (apa,  kenapa, dampak yang terjadi), lalu menarik insight / pelajaran dari pengalaman tersebut. Di fase inilah metode experiential learning akan digunakan untuk menggali pengalaman peserta.

Metode ELTAPS memungkinkan peserta mempraktekkan secara langsung materi pelatihan sehingga peserta mendapatkan “pengalaman” dari materi, bukan hanya teori. Materi tersebut adalah pengalaman nyata dari kehidupan sehari-hari yang di set sesuai tujuan pelatihan dan disubstitusi menjadi aktivitas seperti permainan, role play, maupun outbound. Peserta akan dilatih langsung menyelesaikan masalah sebagaimana yang mereka hadapi sehari-hari, namun dalam suasana belajar dan lingkungan buatan. Pengalaman inilah yang menggugah fisik, mental, emosional dan spiritual peserta sehingga menjadi kekuatan untuk menyerap materi pelatihan secara “alamiah” sebagaimana seseorang memahami sesuatu hal karena belajar dari pengalaman nyata dan mengambil hikmah di dalamnya. Metode ini sangat efektif terutama untuk pembentukan skill dan perilaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s