Team Yang Hebat

Salah satu ciri tim yang hebat dan berkinerja tinggi adalah komunikasi terbuka yakni adanya suasana batin yang menyenangkan bagi setiap anggota tim untuk bicara, mengemukakan ide dan perasaan mereka dengan nyaman, tanpa ada rasa sungkan, khawatir atau tidak enak, apalagi rasa takut. Kenyamanan dalam berbicara ini merupakan sumber awal tim akan mampu menghasilkan gagasan-gagasan besar serta solusi-solusi yang mentakjubkan.

Termasuk di dalam komunikasi terbuka ini adalah ‘keberanian’ untuk mendengarkan pendapat yang berbeda tanpa perlu takut merasa ditentang, tidak disetujui atau bahkan merasa dimusuhi. Komunikasi yang sesungguh-sungguhnya efektif hanya terjadi manakala orang mau mendengarkan pendapat yang berbeda dari orang lain sebagai lawan bicaranya. Tentu hal ini membutuhkan mentalitas yang berlimpah, legowo, atau abundant mentality.

Memang dituntut keberanian untuk mendengarkan hal yang bereda dari yang kita kehendaki karena pada dasarnya orang ingin mendengar apa yang ia inginkan, ingin melihat apa yang ingin ia lihat. Kalau itu tidak terjadi, kebanyakan orang akan kecewa. Karena itu dituntut keberanian untuk mau mendengarkan apa yang berbeda, yang mungkin tidak ingin ia dengar. Ini merupakan salah satu tantangan dalam komunikasi terbuka.

Kendala atau ancaman yang sering terjadi dari komunikasi terbuka yakni terjadinya gesekan akibat perbedaan pendapat yang menjurus kepada ketidak-kompakan tim, disharmonisasi, atau bahkan perpecahan. Meski demikian sebenarnya hal itu tidak perlu ditakuti asalkan tim mampu mengelola konflik. Disini gunanya tim memahami dan menguasai manajemen konflik. Keberhasilan dalam mengelola konflik justru akan mempertinggi kekompakan diantara anggota tim karena mereka memiliki pengertian satu sama lain yang lebih mendalam. Konflik akan menjadi karunia, karenanya.

Tantangan berikutnya dan yang sering membuat orang takut mengembangkan komunikasi terbuka adalah terjadinya akan terjadi begitu banyak ide dan gagasan yang muncul dari anggta tim sehingga tim sulit merumuskan solusi/strategi mana yang akan diambil. Sering untuk itu akan memakan waktu lama sehingga orang menjadi tak sabar dan mengambil jalan pintas dengan membatasi ide atau bersikap otoriter, dominan dan membatasi.

Kesalahan FATAL yang sering terjadi dalam kasus seperti ini adalah melakukan voting, memilih ide mana yang akan dipakai melalui suara terbanyak! Karena filosofi dasarnya adalah merumuskan “SOLUSI KETIGA” yakni solusi yang dihasilkan dengan meramu berbagai ide untuk mendapat ide brilian yang bersifat sinergis! Bukan memilih satu dari berbagai ide. Untuk itu memang diperlukan kemampuan dan kreativitas secara kolektif.

Banyak tools manajemen yang dapat dipakai untuk menggali dan meramu ide semisal brainstorming, mindmapping dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s